-->

Selasa, 08 Januari 2013

Macam-macam media untuk Pembelajaran



A.    E-Learning
1.                  Pengertian E-learning
Online learning juga biasa disebut electronic learning atau e-learning, merupakan pembelajaran yang disajikan secara elektronik dengan menggunakan komputer dan media
berbasis komputer.  Media komputer yang dimaksud di sini lebih berorientasi pada penggunaan teknologi komputer dan internet.
2.                  Kelebihan & Kekurangan E-learning
Kelebihan e-learning, diantaranya:
a.       E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik.
b.      Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
c.       Dapat menyajikan variasi media.
d.      Memperoleh informasi mutakhir (up date).
e.       Komunikasi yang luwes.
Kelamahan, diantaranya:
a.       Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun e-learning ini.
b.      Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
c.       Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-learning.
d.      Bagi orang yang gagap teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.
e.       Materi tidak sesuai dengan umur pebelajar.
f.       Perkembangan yang tidak terprediksikan.
g.      Pengaksesan yang memerlukan sarana tambahan.
h.      Kecepatan mengakses yang tidak stabil.
i.        Kurangnya pengontrolan kualitas.
3.      Kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam menyampaikan pembelajaran melalui e-learning, diantaranya;
a.       Kurangnya guru dalam menguasai perkembangan teknologi.
b.      Akan memakan waktu yang lebih lama.
c.       Kurangnya fasilitas di dalam sekolah.
d.      Kurangnya para peserta didik yang menguasai teknologi.
4.      Cara guru mengantisipasi dalam mengadapi peserta didiknya yang kurang menguasai teknologi terutama e-learning, diantaranya;
a.       Guru memotivasi peserta didiknya untuk terus mempelajari permasalahan tentang teknologi terutama e-learning karena peserta didik dituntut untuk mengikutu perubahan zaman yang semakin maju.
b.      Guru harus memaksa peserta didiknya agar selalu membiasakan menggunakan media berbasis teknologi terutama e-learning.
B.     Pengelolaan Lab Agama

1.                  Pengertian
Laboratorium agama adalah segala macam tempat yang dapat memungkinkan untuk menjadi media belajar materi-materi keagamaan untuk siswa. Tempat yang dimaksud bukan terbatas hanya ruang kelas saja, namun dapat di masjid, musholla, dan tempat-tempat lainnya.
Laboratorium agama sebagai lingkungan buatan merujuk pada tempat-tempat diluar ruang kelas yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran agama. Ruang kelas tidak di ikut sertakan karena dianggap sudah lazim digunakan untuk proses belajar-mengajar. Terlebih lagi karena ruang kelas memang sudah di desain khusus untuk kegiatan tersebut.
Fungsi laboratorium agama sebagai salah satu bentuk lingkungan buatan dapat memperkaya materi pengajaran, memperjelas prinsip dan konsep yang dipelajari dalam bidang studi, serta sebagai laboratorium belajar bagi siswa.
2.                  Fungsi Laboratorium Agama:
a.       Sebagai tempat dilakukannya percobaan untuk praktikum
b.      Sebagai tempat display / pameran dari hasil-hasil percobaan atau penelitian yang telah dilakukan, agar memberi gambaran lebih dan dapat memotivasi untuk penelitian atau percobaan yang lebih baik.
c.       Sebagai tempat koleksi sejumlah species langka
d.      Sebagai museum kecil
3.                  Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan:
a.       Kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan siswa
b.      Kegiatan belajar siswa lebih komprehensif dan lebih aktif
c.       Sumber belajar menjadi lebih kaya sebab lingkungan yang dapat dipelajari bisa beraneka ragam seperti lingkungan sosial, lingkungan alam, lingkungan buatan, dan lain-lain.
d.      Siswa dapat memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada di lingkungannya, sehingga dapat membentuk pribadi yang tidak asing dengan kehidupan di sekitarnya, serta dapat memupuk cinta lingkungan.
Kelemahan:
a.       Kegiatan belajar kurang dipersiapkan dan menyebabkan siwa tidak melakukan kegiatan belajar yang diharapkan.
b.      Memerlukan waktu yang cukup lama.
4.      Cara meminimalisir dalam mengurangi kelemahan pengunaan laboratorium agama
Salahsatunya yaitu dengan mengadakan program kerja yang berhubungan dengan keagamaan, seperti siraan rohani, mengadakan pengajian kecil dan akbar, lomba tilawah, lomba adzan, lomba kaligrafi, dan semua kegiatan yang dapat membangkitkan motivasi peserta didik untuk semangat dalam memajukan lab agama.
C.    Pengelolaan Perpustakaan
1.                  Pengertian
Pengertian perpustakaan umum, hanya saja tempatnya di sebuah lembaga pendidikan. Jadi, perpustakaan sekolah ialah suatu unit kerja dari lembaga pendidikan yang berupa tempat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola dan mengatur koleksi bahan pustaka baik yang tertulis, tercetak maupun grafis lainnya (seperti film, slide, piringan hitam, tape) yang diatur dan diorganisasikan secara sistematis untuk dipergunakan secara berkesinambungan sehingga dapat membantu murid-murid dan guru-guru dalam proses belajar mengajar.
2.                  Fungsi perpustakaan
a.       Membantu menemukan keterangan-keterangan yang lebih luas dari pelajaran yang didapatnya di dalam kelas.
b.      Memupuk daya kritis pada siswa.
c.       Membantu memperkembangkan kegemaran dan hobi siswa.
d.      Tempat untuk melestarikan kebudayaan.
e.       Menjadi pusat dokumentasi.
f.       Mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca yang menuju kebiasaan mandiri.
g.      Membantu anak untuk mengembangkan bakat, minat dan kegemarannya.
h.      Membiasakan anak mencari informasi di perpustakaan.
3.      Peran Perpustakaan Sekolah Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar
Biasanya sebagian besar bahan bacaan yang dibaca di perpustakaan adalah bahan-bahan pustaka yang tidak dapat dipinjamkan (seperti: kamus, koran, majalah, dan ensiklopedi). Sedangkan bahan bacaan yang sering dipinjam adalah bahan pustaka non fiksi. Hal tersebut dikarenakan untuk buku-buku pelajaran sudah dipinjamkan secara paket selama satu semester. Aktivitas yang dilakukan oleh para siswa ketika di perpustakaan dengan membaca merupakan salah satu indikator bahwa perpustakaan memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah sekolah. Karena dengan membaca dan memahami buku, pengetahuan siswa, terutama pengetahuan dan penguasaan bahan pelajaran akan bertambah.

D.    Pemanfaatan Lingkungan sebagai sumber belajr
1.                  Pengertian
Berdasarkan pemaparan pemakalah dapat disimpulkan  pengertian lingkungan sember belajar adalah suatu tempat atau ruangan yang terdiri dari makhluk hidup dan benda mati yang dimanfaatkan manusia untuk belajar sehingga tercipta budaya manusia.
2.      Jenis Lingkungan Belajar
a.       Lingkungan Sosial.
Lingkungan sosial sebagai sumber belajar ini berkenaan dengan interaksi manusia dengan kehidupan bermasyarakat. Seperti RT dan RW. kemudian, pengajaran tersebut disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku dan tingkat perkembangan anak didik. Misalnya dalam materi zakat, siswa diberi tugas untuk mengumpulkan zakat di masjid sekitar rumah secara berkelompok, lalu mendata warga yang berhak mendapatkan zakat dan membagikannya.
b.      Lingkungan alam. Lingkungan alam ini berkaitan dengan segala sesuatu yang sifatnya alamiah, seperti geografis, iklim, musim, flora, fauna, dan sumber daya alam. Misalnya dalam mengamati perubahan-perubahan yang terjadi di alam lingkungan seperti pergantian musim dan kejadian alam seperti gempa, banjir dan longsor. Fenomena seperti ini dapat di hubungkan dengan Matapelajaran disekolah misalnya Al-Qur’an.
c.       Lingkungan buatan. Lingkungan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk tujuan-tujuan tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Misal,  irigasi, bendungan, pertamanan. Siswa dapat mempelajari lingkungan buatan dari berbagai aspek, seperti prosesnya, pemanfaatannya, fungsinya, pemeliharaannya. Lingkungan buatan ini dapat dikaitkan dengan berbagai pelajaran yang diberikan di sekolah.
3.      Cara mempelajari lingkungan sebagai media dan sumber belajar:
a.       Survey, yaitu siswa mengunjungi lingkungan seperti masyarakat setempat untuk mempelajari dan mengamati proses sosial, budaya.
b.      Berkemah, yaitu melalui interaksi langsung dengan lingkungan.
c.       Karyawista adalah kunjungan siswa keluar kelas untuk mempelajari obyek tertentu sebagai bagian integral dari kegiatan kurikuler di sekolah.
d.      Praktik lapangan. Misalnya mahasiswa tarbiyah dan keguruan diterjunkan ke sekolah SMP untuk melatih kemampuan sebagai guru di sekolah.
e.       Proyek Pelayanan dan Pengabdian pada Masyarakat. Misal, memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dan bakti sosial.
4.      Kelemahan dan kelebihan
a.       Kelemahan lingkungan sebagai sumber belajar:
1)      Kegiatan belajar kurang dipersiapkan.
2)      Memerlukan waktu yang cukup lama.
a.       Kelebihan dari lingkungan sebagai sumber:
1)      Kegiatan belajar menarik dan tidak membosankan bagi siswa.
2)      Hakikat belajar akan lebih bermakna, karena langsung dengan keadaan yang sebenarnya.
3)      Bahan-bahan yang dipelajari lebih faktual, sehingga kebenaran lebih akurat.
4)      Kegiatan belajar siswa lebih komprehensip dan lebih aktif.
5)      Sumber belajar lebih kaya, karena lingkungan yang dipelajari bisa beranekaragam.
6)      Siswa dapat memahami dan menghayati aspek – aspek kehidupan yang ada di lingkungan.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar