gadogadozaman

BLOG PEMBELAJARAN

Cara memilih jurusan kuliah yang benar supaya tidak gagal

Setiap anak sekolah pastinya menginginkan untuk melanjutkan sampai jenjang yang paling tinggi yaitu perkuliahan. Tidak banyak anak anak yang bisa sampai bangku perkuliahan dikarenakan beberapa faktor diantaranya kurangnya biaya.
Ada juga anak anak yang sama sekali tidak mengenyam perkuliahan tetapi hanya sedikit. Biasanya mereka melihat orang tuanya yang pendidikannya hanya sampai sekolah dasar. Kendala seperti ini sudah menjadi hal yang umum.
Ada juga yang dari kecil sudah berpegangan kepada cita cita yang ingin dicapainya. Biasanya anak seperti ini memiliki keluarga yang mampu dari segi keuangannya. Tidak banyak dari mereka juga ada yang menyimpang dari cita citanya dikarenakan beberapa hal diantaranya cita cita yang didambakan sudah tidak bisa diandalkan lagi.
Pengaruh anak anak yang sudah lulus SMA bila akan melanjutkan ke bangku perkuliahan yaitu berkaitan dengan luasnya lapangan pekerjaan nantinya. Anak yang ingin kuliah biasanya memilih jurusan yang banyak menyediakan lapangan pekerjaan.
Tetapi ada juga ada anak yang terdorong kuliah hanya ingin mengukuti gaya saja. Tetapi biasanya anak seperti ini hanya ingin menyusahkan orangtuanya. Kenapa kok menyusahkan orangtuanya? Ya jelas kalau kuliah hanya ingin gayanya saja supaya dipandang sebagai orang berpendidikan tinggi.
Oleh sebab itu ada beberapa tips agar dalam memilih jurusan untuk kuliah tidak salah kaprah. Diantaranya:
#kemampuan akademik#
Pertimbangkan jurusan kuliah dengan kemampuan yang anak milik. Tidak dipungkiri jika hal ini merupakan syarat yang ideal jika mau diterapkan. Tetapi jika jurusan yang sesuai tersebut sangat ketat persaingannya maka haruslah memiliki cadangan kampus atau jurusan kedua. Bukan hanya itu sudah banyak terbukti mahasiswa yang keluar sebelum lulus diantara masalahnya yaitu kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran.
#perhatikan kuota masuk#
Melihat jurusan dengan persaingan dan kuota masuknya. Pada umumnya jurusan perkuliahan yang banyak diminati maka akan ketat persaingan masuknya. Oleh sebab itu kita harus memiliki kampus lain dengan jurusan yang sama.
#status akreditasi#
Lihat sepesifikasi apakah jurusan yang kita incar sudah terakreditasi atau belum. Hati hati pada saat kita mendaftar pada jurusan yang biasanya masih baru membuka maka kemungkinan besar jurusan tersebut belum terakreditasi. Jika dampak dari belumnya diakreditasi maka akan berpengaruh pada proses pencarian pekerjaan nantinya. Biasanya ada perusahan yang menginginkan karyawannya dari lulusan yang terakteditasi. Apalagi untuk PNS maka diwajibkan jurusan yang sudah terakreditasi minimal B.
#Jurusan terapan#
Saya sarankan memilih jurusan yang terapan atau tidak murni. Biasanya lulusan dari jurusan terapan peluang lapangan pekerjaannya lebih luas.
#jurusan pendidikan#
Saya sarankan memilih jurusan pendidikan. Jurusan pendidikan biasanya akan lebih luas lagi dalam mencari pekerjaan. Bisanya lulusan dari jurusan ini bekerja di instansi pendidikan seperti sekolah. Lulusan dari jurusan inipun juga bisa bekerja pada lembaga lain.
#jurusan kebidanan#
Sudah menjadi bukti nyata jika pada dekade terakhir ini pemerintah telah mengangkat bidan desa maksimal usia 35 tahun untuk dijadikan PNS. Dikarenakan pelayanan kesehatan pasti di masa depan nanti akan sampai masuk di pelosok pelosak desa terdalam dan terpensil. Hal itulah yang menjadi pertimbangan saya untuk memilih jurusan kebidanan.
#jurusan teknik#
Kenapa jurusan ini saya masukkan kedalam pembahasan kali ini? Dikarenakan jurusan ini pasti kedepannya akan menguasai dibidang apapun. Contohnya saja dulu belum mengunakan komputer dalam sistem pengadministrasian. Sekarang perkembangan otomotif sudah tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Hampir satu orang memiliki kendaraan satu.
#perhatikan lapangan pekerjaan#
Memilih jurusan yang memiliki lapangan lebih luas. Sayart ini merupakan wajib bagi para anak anak yang akan melanjutkan di bangku perkuliahan. Diutamakan memilih pada kampus yang favorit dulu. Jika persaingannya dangat ketat maka bisa memilh kampus lain dengan jurusan yang sama.
#peluang beasiswa#
Memilih jurusan yang kemungkinan besar ada beasiswanya. Tidak dipungkiri bahwa beasiswa bagi mahasiswa sangatlah menunjang. Biasanya beasiswa memiliki kreteria tertentu yaitu IPK harus Cumloude.
#Lokasi kuliah#
Memilih kampus diusahakan jangan terlalu jauh dari tempat tinggal terkecuali memang jurusan yang kita ingini itu tempatnya jauh. Namun alasan ini sebenarnya tidak terlalu dipermasalahkan hanya jika kita kuliah lebih dekat kenapa tidak selama masih ada peluang dan kesempatan yang sama. Selain itu bisa kumpul kumpul bersama keluarga.
#kampus ikatan dinas#
Bagi anak anak yang mempunyai kemampuan lebih dari segi akademik saya sarankan untuk memilih kampus yang sudah memiliki ikatan dinas. Kemungkinan besar untuk menjadi PNS sangat besar. Namun untuk masuk ke dalam kampus ikatan dinas ini sangatlah ketat yaitu selama duduk di bangku sekolah haruslah memiliki bidang akademik yang bagus juga. Selain itu jika kita sudah diterima di kampus tersebut maka proses perkuliahannya sangat ketat dan disiplin dari segi apapun. Jika nilai kita memiliki perkembangan yang menurun terus maka kemungkinan besar akan dikeluarkan.
#biaya masuk kampus#
Diusahakan memilih kampus dengan nominal pendaftarannya yang sedikit saja. Memang hal ini hanya satu kali pembayaran namun jika pembayarannya cukup besar maka akan menjadi beban selanjutnya. Terkadang pada kampus-kampus swasta pembayaran bisa diangsur. Namun hal inilah yang justru akan menjadi pembengkakan pembayaran tiap semesternya.
#biaya semesteran#
Selain pembayaran pada waktu regestrasi hal lain yang penting yaitu pembayaran tiap semesternya. Yaitu memilih jurusan yang nominal pembayaran semesternya sedikit. Syarat ini wajib bagi anak anak yang merasa kurang mampu orang tuanya dalam membiayayai kuliahnya. Biasanya dalam suatu kampus antara jurusan satu dengan lainnya berbeda dalam besar kecilnya pembayaraan semesteran.
#spesifikasi lulusan#
Memilih jurusan dengan melihat spesifikasi kuakifikasinya. Yaitu apakah Sarjana atau Diploma 3. Lebih baik kita mencari jurusan minimal S1. Kemungkinan besar dengan perkembangan zaman maka peluang lapangan pekerjaan hanya akan membutuhkan lulusan dari sarjana.
#linier dengan lulusan#
Memilih jurusan yang masih singkron dengan jurusan sekolah sebelumnya. Misalnya SMA jurusan IPS maka kita lebih baik memilih jurusan yang bukan teknik. Misalnya saja kita SMK jurusan mesin maka kita memilih jurusan teknik mesin. Yang penting masih ada kaitan sebelumnya.
#meminta bimbingan#
Meminta saran kepada orang yang sudah berpengalaman dalam masalah perkuliahan. Hal ini memang perlu dilakukan jauh jauh hari sebelum kita menentukan jurusan perkuliahan sebagai bahan pertimbangan.
#tes psikotes#
Mengikuti tes psikotes supaya bisa mengetahui jurusan apa yang cocok untuk dimasukinya. Hal ini perlu kita lakukan dikarenakan belum tentu minat kita terhadap jurusan tertentu bisa kita ikuti seterusnya. Lebih baik mengikuti psikotes agar jelas keahlian apa yang kita miliki.
#jangan asal#
Yang tidak kalah penting yaitu jangan kuliah dengan memilih jurusan asal asalan dikarenakan sudah tidak ada jurusan yang kita ingini tetapi tidak bisa masuk. Saran saya lebih baik kita menunggu tahun depan untuk mendaftar lagi. Maka dalam waktu satu tahun kita bisa belajar terlebih dahulu supaya bisa masuk kuliah sesuai dengan jurusan yang kita ingini. Daripada kita kuliah dengan jurusan seadanya tetapi jaminan dalam lapangan pekerjaan tidak memungkinkan. Ditambah lagi daripada kita kuliah setahun untuk menunggu tahun depan dengan jurusan seadanya maka hitung hitung akan memboroskan biaya yang tidak banyak lagi.

Itu beberapa saran supaya dalam memilih jurusan perkuliahan tidak salah kaprah. Jika kita salah kaprah dalam memilih jurusan untuk kuliah maka yang rugi tidak hanya yang menjalaninya tetapi kerugian waktu tenaga dan yang tidak kalah penting yaitu akan mengeluarkan banyak biaya. Yang penting yaitu kita jangan terlalu buru buru dalam menentukan jurusan perkuliahan harus melihat banyak pertimbangan. Sekian terimakasih.

Tips Pacaran dengan Gaya Ta’aruf dalam Pandangan Islam

Ta’aruf sering dikaitkan dengan kenal mengenal lawan jenis untuk menjalin hubungan pernikahan dengan merujuk kepada ajaran Islam. Tentunya dalam ajaran Islam tidak terlepas dari qur’an dan hadis.
Sebelum membahas bab mengenai ta’aruf mari kita mengetahui apa dulu hal-hal yang ada di dalamnya. Diantaranya hal yang menyebabkan pacaran menurut masa kini dipandang kurang benar. Dikarenakan pacaran pada masa kini lebih banyak melakukan perzinaan dibanding kemaslahatannya.
Allah Ta’ala berfirman
 “Katakanlah kepada laki–laki yang beriman : ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24]: 30 )
Allah juga berfirman
“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24]: 31)
Tafsirannya
Ibnu Katsir juga mengatakan, ”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya.
Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat.
Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”
Jika diaplikasikan pada zaman sekarang ini pendapat yang membolehkan melihat lawan jenis dengan tanpa ikatan suami istri maka akan banyak kemudhorotannya. Biasanya setelah melihat lawan jenis tindakan selanjutnya yaitu mengandai-andai dan sifat tersebut akan diteruskan oleh syetan.
Ada pertanyaan bagaimana jika kita tidak sengaja memandang lawan jenis?
Ada sebuah hadis Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)
Dalam hadis tersebut bahwa seseorang setelah melihat lawan jenis haruslah memalingkan dari wajahnya. Jangan diandai-andaikan terus.
Di atas sudah dibahas mengenai akibat memandang lawan jenis.
Kenapa saya mendahuluinya dengan dalil di atas? Dikarenakan nanti akan berkaitan dengan proses pacaran dalam pandangan Islam.
*secara garis besar dalam Ta’aruf tidak ada yang namanya memandang lawan jenis secara terus menerus*
Biasanya pemuda zaman sekarang jika melakukan pacaran dengan tidak saling memandang maka tidak ada artinya. Oleh sebab itulah hal ini yang menurut pandangan Islam harus dihindsari. Kenapa alasannya harus dihindari? Karena jika anatara lawan jenis saling memandangi terlalu larut terbawa suasana biasanya nafsulah yang akan bertindak. Yang namanya nafsu itu pasti akan melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama.
*tidak ada perkataan yang mendayu dayu*
Jika perkataan mendayu dayu diucapkan dari pihak perempuan maka hal yang akan timbul yaitu fitnah dari keduanya. Allah berfitman yang artinya “Maka janganlah kalian tunduk (lembut mendayu-dayu) dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya ada penyakit dan ucapkanlah ucapan yang ma’ruf. ” (Al-Ahzab: 32)
Seorang wanita tidak sepantasnya berbicara dengan laki-laki ajnabi kecuali bila ada kebutuhan dengan mengucapkan perkataan yang ma’ruf, tidak ada fitnah di dalamnya dan tidak ada keraguan (yang membuatnya dituduh macam-macam). ” (Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan 3/163-164)
*tidak ada proses persentuhan dengan sengaja*
Jika ada tindakan saling menyentuh maka mengakibatkan proses pacaran akan semakin terjeru pada kemaksiatan. Namun jika persentuhan seperti saling menyapa saya kira masih normal-normal saja. Asalkan jangan berlebihan dalam berjabat tangan.
*proses ta’aruf tidak membutuhkan proses yang lama*
Pada umumnya proses perkenalan secara Islami tidak dilaksanakan secara berlarut-larut. Jika dirasa keduanya sudah cocok maka bisa dilanjutkan ke jenjang pernikahan.
*bertemu jika ada keperluan*
Keperlian ini sebatas masalah hal-hal yang bermanfaat. Seperti silaturahim kepada keluarganya.
*perkenalan saling mengetahui calonnya*
Sebelum seorang lelaki memutuskan untuk menikahi seorang wanita, tentunya ia harus mengenal terlebih dahulu siapa wanita yang hendak dinikahinya, begitu pula sebaliknya si wanita tahu siapa lelaki yang berhasrat menikahinya. Biasanya proses ini secara mudahnya yaitu mencoba mengetahui informasi pihak yang akan dita’arufi baik itu pribadinya dan keluarganya.
Haramnya berduaan dan bersepi-sepi tanpa mahram ketika nazhar
Sebagai catatan yang harus menjadi perhatian bahwa ketika nazhar tidak boleh lelaki tersebut berduaan saja dan bersepi-sepi tanpa mahram (berkhalwat) dengan si wanita. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sekali-kali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya. ” (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 3259)
*meminta ditemani dalam ta’arufan*
Karenanya si wanita harus ditemani oleh salah seorang mahramnya, baik saudara laki-laki atau ayahnya. (Fiqhun Nisa` fil Khithbah waz Zawaj, hal. 28)
Bila sekiranya tidak memungkinkan baginya melihat wanita yang ingin dipinang, boleh ia mengutus seorang wanita yang tepercaya guna melihat/mengamati wanita yang ingin dipinang untuk kemudian disampaikan kepadanya. (An-Nazhar fi Ahkamin Nazhar bi Hassatil Bashar, Ibnul Qaththan Al-Fasi hal. 394, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 9/214, Al Mulakhkhash Al-Fiqhi, 2/280)
*batasan memandangnya*
Batasan yang boleh dilihat dari seorang wanita
Ketika nazhar, boleh melihat si wanita pada bagian tubuh yang biasa tampak di depan mahramnya.
Bagian ini biasa tampak dari si wanita ketika ia sedang bekerja di rumahnya, seperti wajah, dua telapak tangan, leher, kepala, dua betis, dua telapak kaki dan semisalnya. Karena adanya hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Bila seorang dari kalian meminang seorang wanita, lalu ia mampu melihat dari si wanita apa yang mendorongnya untuk menikahinya, maka hendaklah ia melakukannya. ” (HR. Abu Dawud no. 2082 dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 99)
*dalam ta’aruf tidak ada proses guna-guna*
Kebanyakan anak muda yang sudah frustasi dalam mendekati pacarnya tetapi selalu menemui jalan buntu maka biasanya akan mendukunkan supaya pihak yang diinginkan akan bisa dimilikinya. Hal ini akan menjadikan kemusrikan kepada orang yang melakukannya.
*dalam pacaran model Islam selalu merujuk norma*
Tidak hanya merujuk kepada qur’an hadis tetapi juga menaati peraturan yang ada di dalam masyarakatnya. Selama norma itu masih sejalan dengan peraturan agama maka boleh dilaksanakan.
*selalu merujuk kepada qur’an dan hadis*
Dalam sebuah hadis ada kreteria dalam memilih calonnya yaitu “Wanita itu (menurut kebiasaan yang ada, pent. ) dinikahi karena empat perkara, bisa jadi karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang memiliki agama. Bila tidak, engkau celaka. ” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 3620 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Sudah jelas dalam empat pilihan kreteria tersebut yang ditekankan yaitu agamanya. Hal-hal yang lain itu dinomer duakan.
*meminta pandangan orang tua*
Orang tua pasti akan lebih tau daripada kita. Oleh sebab itu jika orang tua sedang menasehati kita maka dengarkanlah.
*ta’aruflah dengan yang sepadan*
Sepadan disini bermakna sangat luas yaitu bisa dari keadaan drajatnya dan bisa dari fisiknya. Rasulullah bersabda yang artinya “pilihlah lading bagimu (calon istrimu yang terbaik) dan menikahlah dengan yang sepadan serta nikahlah (bujang-bujang kalian) dengan mereka (yang sepadan)” (HR Ibnu Majah, Baihaqi, Hakim.)

Dasar-Dasar Pokok Dalam Pendidikan Islam Menurut Athiyah Al Abrasyi

BAB I
PENDAHULIAN
Mengingat pendidikan di negeri ini sangat berperan penting dalam pembentukan karakter penerusnya. Maka dalam pembentukan aspek pembelajarannya sangat banyak mengalami perkembangan dari zaman penjajahan sampai sekarang. Terkadang dalam menggunakan teknik pembelajaran yang ada di negeri ini sering mengambil atau merujuk kepada teori-teori pembelajaran yang ada di luar negeri. Tidak banyak teori tersebut yang bisa menyesuaikan dengan keadaan yang ada di masing-masing daerah. Kebanyakan para pelaku pendidikan melihat dan menggunakan teori pembelajaran yang akan diterapkan dengan mengacu pada tujuan yang ingin dicapainya. Dengan kata lain melihat keberhasilan yang telah dicapai dari Negara-negara maju. Tidak banyak dari mereka melihat dari seluruh aspek-aspek yang ada di dalamnya. Kemungkinan itu yang menyebabkan pendidikan sekarang ini tidak menunjukkan keberhasilan dari segi hasil dan prosesnya. Jika kita menengok konsep pendidikan yang dibawa oleh Ki Hajar Dewantara beliau memiliki teori Tut wuri handayani yang merupakan bagian dari konsepnya. Tut wuri handayani secara keseluruhan berbunyi ing ngarso sung tulodo mempunyai arti jika pendidik sedang berada di “depan” maka hendaklah memberi contoh teladan yang baik terhadap anak didiknya, Ing madyo mangun karso memiliki arti jika pendidik sedang berada di “tengah-tengah” anak didiknya, hendaklah ia dapat mendorong kemauan atau kehendak mereka, Tut wuri handayani memiliki arti mengikuti dari belakang dan mendorong, memotifasi atau membangkitkan semangat. Melihat dari konsep yang dibawa oleh Ki Hajar Dewantara maka secara keseluruhan aspek dalam pendidikan dan bahkan menyeluruh tidak hanya dunia pendidikan pada dasarnya telah menjangkaunya.
Menengok dari pendidik pendahulu kita sebenarnya banyak yang mencetuskan kosep-konsep pendidikan yang tidak dianggap remeh lagi jika diterapkan pada zaman sekarang ini. Lebih menjurus ke pembahasan kali ini yaitu mengenai dasar dalam pendidikan Islam maka pada dasarnya konsep Tut wuri handayani sudah mewakili sepirit dari pendidikan Islam itu sendiri. Dalam dunia pendidikan Islam di seluruh antero bumi ini kita biasa merujuk ke Negara-negara timur tengah seperti Mesir yang pada zaman dahulu sudah maju dalam bidang pendidikan dan tekonlogi. Bahkan banyak sekali ilmuwan yang lahir di negera tersebut salah satunya yaitu Athiyah Al Abrasyi yang mencetuskan konsep dasar-dasar pokok dalam pendidikan Islam.
Dari paparan di atas maka akan muncul rumusan masalah yaitu apa konsep pendidikan Islam yang dibawa oleh Athiyah Al Abrasyi? dan bagaimana konsep dasar-dasar pokok dalam pendidikan Islam menurut Athiyah Al Abrasyi?.







BAB II
PEMBAHASAN
A.     Konsep Pendidikan Islam
Dalam pendidikan yang dikonsepkan oleh Athiyah Al Abrasyi secara umum pada intinya yaitu berisi mengenai demokrasi pendidikan. Mengingat demokrasi itu adalah setiap makhluk hidup bisa menjangkaunya. Maka demokrasi pendidikan lebih ditekankan pada proses menuntut ilmu tidak ada batasannya baik itu antara si miskin dan si kaya. Secara rinci lagi bahwa pendidikan bisa dikenyam kesemua jenjang usia atau semua lapisan masyarakat. Tidak hanya pada tataran peserta didiknya tetapi juga pada lembaganya itu sendiri. Dalam pandangan ini yang membedakan hanyalah kemauan peserta didiknya dalam menempuh pendidikan.
Kebebasan, persamaan, dan kesempatan dalam menuntut ilmu inilah yang menjadikan pada zaman itu banyak bermunculan para ilmuwan yang terkenal. Bahkan selama peserta didiknya masih mau menuntut ilmu maka pihak lembaga masih mau memfasilitasinya. Tidak hanya fasilitasnya yang dimanfaatkan oleh kaum si kaya tetapi si miskin juga mempunyai kesempatan yang sama. Dalam pengembaraan pencarian ilmu peserta didik memang pada zaman tersebut sangat semangat dan menempuh jalan apapun untuk mencari ilmu. Dalam masa ini pencarian sebuah ilmu memang didasarkan kepada panggilan iiwa atau kewajiban kerohaniannya bukan atas dorongan untuk mendapatkan materi dan keduniawian tetapi memang mencari ilmu untuk mendapatkan keridhoaan kepada Allah SWT.

B.      Konsep Dasar-Dasar pokok dalam Pendidikan Islam
Dalam pandangan Athiyah Al Abrasyi mengenai konsep dasar-dasar pokok dalam pendidikan Islam terdapat elapan konsep yaitu:
1.      Tidak ada pembatasan umur dalam memulai belajar
Mengingat pada umumnya proses belajar secara formal rata-rata dimulai pada umur 5-6 tahun pada suatu Negara. Konsep yang diterapkan oleh Athiyah Al Abrasyi dalam mensikapi batasan umur tersebut tidak didasarkan pada usia tetapi jika orangtuanya memang sudah menghendaki untuk dimasukkan di dalam lembaga pendidikan maka diperbolehkan dan kemampuan anaknya sudah sampai. Terkadang dalam kenyataannya konsep tersebut berbeda dengan teori psikologi yang menyatakan bahwa anak yang belum memenuhi usia belajar maka jangan dimasukkan atau diberi pembelajaran ke sekolah-sekolah formal terlebih dahulu dikarenakan anak-anak tersebut masih dalam fase bermain. Jika anak-anak tersebut sudah mengenyam pembelajaran dan belum saatnya maka akan tersita waktu bermainnya. Namun menurut saya pribadi fase bermain itu memang secara umumnya, tetapi jika ada anak yang memang pada fase tersebut sudah memasuki fase belajar maka hukumnya boleh-boleh saja asalkan orangtuanya menyetujui dan anaknya itu mempunyai kemauan yang sangat kuat untuk belajar. Secara konseptual memang dalam pembatasan usia ini sepenuhnya diserahkan kepada pihak orangtuanya meskipun disuatu Negara ada batasan-batasan yang boleh memasukkan anak didik pada usia tertentu. Pembelajaran pada usia sebelum 4 atau 5 tahun ini sifatnya masih pada tataran penyesuaian dan pemahaman si anak supaya mengetahui dan termotifasi untuk belajar serta bisa mandiri. Anak yang mashi berusia sebelum 4 atau 5 jika diberikan pembelajaran membaca maka akan melemah mentalnya dan fisiknya.
2.      Tidak ditentukan lamanya seseorang anak di sekolah
Seorang ayah mengirimkan anaknya di lembaga pendidikan untuk mengenyam ilmu tidak ditentukan lamanya dia mencari ilmu. Anak dalam mengenyam ilmu di lembaga pendidikan juga melalui tahapan-tahapan dari yang mudah kemudian sedang dan tingkatan rumit. Contohnya anak diajarkan untuk menulis dan membaca kemudian diajarkan untuk menghafal surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, menghafal jiz Amma, setelah itu Juz Tabarak secara tertib. Kemudian anak-anak yang sudah melewati tahapan itu maka diajarkan menghafalkan separoh Al-Qur’an dan seluruh Al-Qur’an. Selain itu jika anak tersebut sudah mencapai tahapan tersebut maka si anak diberi kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih luas yaitu mempelajari ilmu-ilmu umum.
3.      Berbedanya cara yang digunakan dalam memberikan pelajaran
Metode pembelajaran bagi anak-anak berbeda dengan metode pembelajaran yang disampaikan kepada orang dewasa. Al-Gazali berkata “Kewajiban pertama-tama bagi seorang juru didik ialah mengajarkan kepada anak-anak apa yang mudah difahaminya, oleh karena suatu mata pelajaran yang sukar akan mengakibatkan kericuhan mental/akal dan menyebabkan anak-anak lari dari guru”.
4.      Dua ilmu jangan dicampuradukkan
Maksud dari dasar ini yaitu bahwa dalam penguasaan bidang yang diampunya setiap pendidik haruslah jangan memiliki dua atau lebih penguasaan dengan istilah lain harus memiliki bidang spesialis ilmu secara terfokus. Sehinga para guru bisa menguasai limu yang dimilikinya secara sepenuhnya tidak terpecah belah. Sehingga keterjaminan keilmuan yang disampaikan kepada peserta didik akan terserap secara maksimal. Menggunakan contoh-contoh yang dapat dicapai dengan panca indra untuk mendekatkan pengertian kepada anak-anak, inilah yang dimaksud oleh ahli-ahli pendidikan dengan seruan mereka yaitu menjelajah dari hal-hal yang dapat diraba kepada yang dapat dipikirkan sehingga memudahkan bagi pelajar untuk mengerti dan menangkap pelajaran.
5.      Memperhatikan pembawaan anak-anak dalam beberapa bidang mata pelajaran sehingga mereka dengan mudah dapat mengerti.
Prinsip ini menekankan bahwa anak dalam menempuh pelajaran hendknya antara ilmu yang sukar bisa seimbang dengan ilmu yang mudah. Terkadang pada zaman sekarang banyak pendidik mengutamakan ilmu yang sulit dengan dalih bisa menajamkan otak anak-anak. Pandangan ini dikritik oleh Ibnu Khaldun. Biasanya konsep ini bisa kita kenal dengan pemahaman dari mudah ke yang sulit. Prinsip ini juga menekankan pada pembawaan si anak agar menuntut ilmu haruslah sesuai dengan kemampuan dasar yang dimilikinya. Sekiranya pelajaran-pelajaran yang diberikan sukar, dan di atas kesanggupan mereka, sudah pasti akan sukar bagi anak-anak memahaminya, hal ini akan mengakibatkan hilangnya kepercayaan kepada diri sendiri karena ia tidak memperoleh santapan jiwa yang sesuai untuk pertumbuhan akalnya dan untuk kemajuannya. Ibnu Khaldun menjelaskan keistimewaan-keistimewaan periode anak-anak berupa ta’at, pendiam, tidak bimbang. Oleh karena itu pendidikan Islam memanfaatkan periode ini untuk menghafal, demonstrasi, pengulangan dan memanfaatkan kesiap-sediaan pada diri anak-anak, dan beliau telah menjelaskan pula keistimewaan-keistimewaan periode kedewasaan dan puberteit dimana keinginan kepada ikatan-ikatan dan perhambaan dalam segala hal, sangat menonjol.
6.      Memulai dengan bahasa arab setelah itu pelajaran Al-Qur’an Al-Karim
Setelah bangsa Arab bercampur bahasa gaul dengan orang-orang Islam non Arab maka rusaklah bahasa Arab yang dimilikinya, terdapat kesalahan dan kekeliruan dari segi gramatika. Oleh karena itu maka Qadi Abu Bakar Al-Arabi menyerukan supaya pelajaran bahasa Arab didahulukan dari pelajaran lainnya, setelah itu barulah beralih kepada matapelajaran Al-Qur’an akan lebih mudah setelah mengetahui bahasa Arab.
Dalam penerapannya dari seluruh Negara di dunia ini memang dalam konsep pembelajaran materi bahasa memang ditekankan. Jika anak-anak dalam belajar belum menguasai ilmu bahasa maka ilmu yang didapatinya hanya sekedar pada tingkatan permukaan saja. Sama saja halnya jika anak-anak mempelajari Al-Qur’an dengan belum bisa menguasai bidang bahasa arabnya maka anak tersebut hanyalah bisa membaca saja tanpa mengetahui maknanya. Dari segi apapun bahasa memang berpegang penting dalam perkembangan anak pada waktu belajar di bangku sekolah dasar. Biasanya anak yang lambat dalam memahami bahasa maka akan tertinggal dalam segi materinya. Secara keseluruhan maka tidak hanya ilmu bahasanya saja tetapi ilmu-limu yang lain akan tertinggal pula.
7.      Perhatian terhadap pembawaan dan instink anak-anak dalam pemilihan bidang pekerjaan.
Sarjana-sarjana Islam, terutama Ibnu Sina, menganjurkan supaya pembawaan, kesediaan dan kemampuan anak-anak diperhatikan dalam menuntunnya kepada sesuatu bidang pekerjaan yang akan dipilihnya di masa depan hidupnya dalam rangka pengkhidmatan terhadap Negara. Ibnu Sina senantiasa menyarankan supaya pembawaan anak-anak itu dijadikan basis dalam pendidikan dan pengasuhannya, dengan ucapan: Tidak semua pekerjaan yang diingini anak-anak itu dapat dikuasainya akan tetapi hanyalah yang sesuai dengan tabi’atnya. Nasehat ini ditunjukkan oleh Ibnu Sina yang ditujukan oleh pendidik dan orang-orang tua yang bermaksud memilihkan bidang pekerjaan bagi anak-anak mereka, yaitu suatu pendapat yang sangat berharga dalam bidang pendidikan Islam yang sejalan pula dengan arah baru dalam bidang pendidikan modern dewasa ini. Beliau berpendapat bahwa adalah kewajiban seseorang guru atau bapak ibu memilihkan apa yang cocok dengan pembawaan, tabi’at dan bakat seseorang anak dan hal ini harus menjadi titik perhatian dalam memilihkan bidang spesialisasi masa depan untuk mereka.
Di dalam kitab Ta’lim Al-Mutaalim, Zarnouji mewasiatkan agar seseorang siswa tidak memilih sendiri mata pelajaran spesialisasi baginya, tetapi harus dibantu oleh seorang guru atau orang berpengalaman dalam pemilihan apa yang pantas bagi siswa tersebut. Tidak ada salahnya seseorang siswa memilih mata pelajaran yang disukai dengan mendapat petunjuk dari gurunya dalam pemilihan tersebut, dengan syarat pembawaan lahir si siswa tadi jangan dilupakan.
8.      Permainan dan hiburan
Sarjana-sarjana pendidikan Islam merasa bahwa anak-anak sangat membutuhkan permainan dan hiburan setelah selesai dari belajar. Ruangan belajar diliputi oleh suasana yang hening, sepi dan perhatian ditumpahkan kepada pelajaran. Karena itu anak-anak merasa bosan, capek dan membutuhkan istirahat, gerak olah raga dan rekreasi, untuk ini mereka izinkan anak-anak di luar kelas untuk berbicara, berlari-lari, bersuka ria, bermain-main dan melakukan apa saja dalam rangka rekreasi dan hiburan, sehingga dengan semakin hilangnya rasa bosan dan kecapean belajar. Permainan dan rekreasi dalam pendidikan Islam dianggap unsur yang penting dan bermanfaat bagi anak-anak dari segi mental, fisik dan akhlak. Tidaklah mengherankan kiranya bahwa Al-Gazali menasehatkan anak-anak diizinkan bermain-main dengan permainan ringan dan tidak yang berat-berat sesudah jam pelajaran demi untuk memperbaharui kegiatannya, dengan syarat permainan-permainan tersebut tidak meletihkan anak-anak. Anak-anak bila dilarang bermain-main, dan dipaksakan saja belajar, hatinya akan menjadi mati, kepandaiannya akan tumpul dan ia akan merasa kepahitan dengan hidupnya.
Pemaparan ini memperlihatkan pada zaman sekarang banyak orang tua yang menginginkan anaknya banyak  menguasai ilmu supaya dipandang anak yang pandai. Namun terkadang banyak orang tua yang tidak melihat dari segi psikologinya sehingga anak akan merasa tertekan. Bahkan dalam sebuah kasus pernah ada anak yang terlalu ditekan untuk belajar maka pada akhirnya anak itu merasa kebingungan atau stress berlebihan. Hal inilah yang semsetinya harus dihindari supaya masa kanak-kanak bisa diporsikan sesuai dengan kemampuan berfikir dan perkembangannya. Oleh sebab itu pada pembelajaran aktif ada jelang istirahatnya. Juga pada hari aktif pembelajaran pasti tiap minggunya ada hari liburnya yang berguna untuk memberi penyegaran pada otak anak-anak. Sehingga pada waktu masuk pembelajaran otak anak akan merasa segar kembali.
BAB III
KESIMPULAN
            Pendidikan sepenuhnya tidak memiliki dasar-dasar yang kasar dan keras melainkan proses pemasukan ilmu-ilmu kedalam pengalaman anak secara halus dan bertahap. Proses pembelajaran hendaknya dimulai dari tahapan yang mudah terlebih dahulu dan kemudian dilanjutkan kepada tahap yang lebih luas lagi. Ilmu yang wajib diketahui sebelum menganjak kepada materi lain yaitu adalah ilmu bahasa. Ilmu bahasa merupakan pintu masuknya ilmu-ilmu lain supaya bisa memahaminya secara menyeluruh. Peran orang tua dan guru dalam menentukan kemajuan anak didiknya sangatlah penting guna mendorong dan mengarahkan agar tidak salah dalam memahami ilmu.
Anak dalam mencari ilmu hendaknya diberikan sesuai dengan bidang spesialisasinya agar perkembangan dan pandangan masa depannya searah dengan apa yang dijadikan prinsip hidupnya. Selama menjalani pembelajaran anak-anak tentunya memiliki rasa yang jenuh dan bosan jika selama-lamanya tidak diselingi dengan hiburan. Oleh sebab itu hiburan dalam selang waktu proses pembelajaran sangatlah berperan penting guna menjernihkan dan menyegarkan pikiran anak didiknya. Hiburan ini jika diterapkan pada masa saat ini sering disebut dengan pemanfaataan hari libur sekolah yaitu pad akhir pekan atau waktu istirahat pada proses pembelajaran sedang berlangsung.

Sumber : Prof. Dr. Mohd. Athiyah Al Abrasyi, Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam, Bulan Bintang, Jakarta, hal. 187-196.

Cara Melupakan Mantan Pacar Secara Cepat dan Permanen

Masa remaja memang tidak terlepas dari yang namanya pacaran. Tidak hanya dikalangan anak-anak sekolah tetapi juga menjamur sampai kalangan masyarakat pedalaman. Pacaran sering disebut istilah gaulnya adalah hubungan antara perempuan dan laki-laki remaja dengan tanpa ikatan yang resmi atau sering disebut dengan cinta monyet. Namanya saja cinta monyet terkadang bisa bertahan beberapa bulan dan bahkan hanya beberapa jam saja atau bahkan bisa sampai ke jenjang pernikahan. Masa pacaran bagi para remaja biasanya merupakan masa yang sangat indah ibarat di dunia ini hanya ada mereka berdua. Entah apa yang ada dibenak pikiran mereka jika pada saat pacaran berlangsung. Maklum saya sendiri juga pernah mengalami pacaran namun biasa-biasa saja. Kebanyakan menurut beberapa sumber remaja yang pernah mengalami pacaran pernah mengalami hal-hal yang sebenarnya tidak boleh dilakukan sebelum ada ikatan pernikahan yaitu berzina baik itu berzina kecil maupun yang besar. Perilaku inilah yang terkadang bisa menjiwai sampai lubuk hati yang paling dalam sehingga muncul kenangan-kenangan mereka berdua yang tidak dapat dilupakan. Terkadang pengalaman pait dan manis sering mereka lalui bersama. Sehingga antara keduanya sulit untuk melupakannya.
Namun jika pada suatu ketika mereka dipisahkan oleh sebab yang tak jelas maka keduanya akan timbul perasaan yang gundah alias galau. Terjadinya peristiwa putusnya antara laki-laki dan perempuan inilah yang masih sangat sulit untuk dilupakan antara keduanya. Baik itu perempuan ataupun laki-lakinya. Namun, jika pihak salah satu yang memutuskan pasti dipihak salah satunya sangat merasakan kehilangan yang sangat mendalam betapa perasaannya tidak bisa dibayangkan serasa dunia ini tidak ada artinya lagi. Perasaan inilah bagi para banyak remaja yang belum bisa melupakan mantan pacar sehingga sulit untuk move on. Istilah kerennya yaitu jika dalam menjalani kehidupan tak ada artinya tanpa si dia. Meskipun diberi motivasi keluarganya terkadang tidak banyak remaja yang mengalami kasus tersebut yang bisa bangkit kembali. Meskipun bisa bangkit tetapi tetap dibayang-bayangi sang mantan yang sudah pernah singgah didalam hatinya. Tidak banyak dari mereka yang mengalami stress dan akhirnya ada yang melakukan bunuh diri ada juga yang melakukan jalan pintas yaitu dengan melakukan guna-guna supaya sang mantan yang didambakan bisa kembali ke pelukannya. Ada beberapa juga yang melakukan usaha-usaha secara spiritual supaya sang dambaan bisa kembali ke pelukan hatinya. Tentu saja ada yang mengunakan jalan dari arah kanan dan kiri. Menurut beberapa pengalaman rasa bayang-bayang ini jika tidak segera diobati maka akan terbawa sampai tua nanti. Meskipun sampai memiliki anak dan cucu tetap saja masih ada banyan-bayang sang mantan. Secara keseluruhan penyakit bayang-bayang mantan ini merupakan sifat setan yang tujuannya agar manusia hidup di dunia tidak semakin dekat dengan Tuhan tetapi semakin dekat dengan kemaksiatan. Oleh sebab itulah, keimanan seseorang bisa diukur melalui kasus seperti ini. Terkadang remaja menginginkan pasangan pacarnya dengan dalih tertentu misalnya karena dia cantik, karena dia ganteng, karena dia kaya. Hal inilah yang menjadi penyebab utama dari tujuan pacaran yang masih salah kaprah. Jika tujuan didasarkan dengan hal tersebut maka akan cenderung kepada hal-hal yang maksiat. Terus bagaimana pacaran yang baik itu menurut pandangan moralnya?. Secara umum pacaran menurut segi moral tidak disebutkan secara tersurat tetapi unsur pacaran bisa dihubungkan dengan perkenalan antara pihak laki-laki dan perempuan secara mendalam baik itu remaja atau sudah dewasa. Itupun diantara keduanya sudah siap dari segi manapun. Jika konsep yang dibawa oleh agama Islam pacaran lebih dikonsepkan dengan Ta’aruf yaitu proses perkenalan antara laki-laki dan perempuan sebelum dijadikan pendamping hidupnya.
Langsung saja daripada panjang lebar kita membahas pengalaman pacaran, sekarang tiba saatnya bagaimana cara melupakan mantan pacar secara mudan dan permanen alias selama-lamanya dalam artian memang Allah belum memberikan jodohnya. Jika itu memang jodoh kita maka pada suatu saat nanti Allah pasti akan memberikan kepada kita. Berikut ini ada beberapa tips bagi para remaja maupun dewasa yang sedang mengalami putusnya cinta supaya bisa melupakannya diantaranya:
PRINSIP JANGAN HARUS MEMILIKI
Dari awal sudah memiliki prinsip jika pacar yang sedang kita pacari ini belum tentu selama-lamanya milik kita. Sebelum ada ikatan yang resmi menurut agama dan Negara. Maksud dari prinsip ini adalah bahwa jodoh itu ada di tangan Tuhan jadi kita tidah boleh berlebi-lebihan dalam menjalani pacaran supaya jika kita mengalami gagalnya pacaran tidak akan merasa kehilangan. Memang sangat sulit jika kita sudah memiliki konsep jika pacar pertama adalah selama-lamanya sebenarnya hal ini kurang benar. Terus bagaimana caranya jika sudah terlanjur memiliki konsep seprti ini?. Caranya yaitu kita membangun konsep awal lagi bahwa Allah sudah memilihkan jodoh untuk kita di waktu yang kita belum tahu kapan datangnya. Oleh sebab itu kita bisa melakukannya dengan cara mendekatkan diri kepada sang pencipta.
BERDOA MERUPAKAN HAL YANG UTAMA
Berdoa kepada Tuhan Sang Pencipta Alam. Semua ini pasti akan kembali kepada-Nya. Oleh sebab itu pasrahkan semuanya kepada-Nya supaya hati dan pikiran kita bisa tenang pada saat mengalami hal-hal yang burup pada diri kita. Bahwa semua ini adalah kehendak-Nya meskipun di hati kita sangat pahit namun Tuhan memiliki rencara yang lebih manis untuk kita.
MENDEKATLAH KEPADA KELUARGA
Pegangan ini jangan sampai terlepas jika memiliki masalah tentang percintaan maka jangan malu-malu untuk disampaikan kepada keluarga terdekatnya baik itu ayah, ibu, atau saudara-saudaranya. Hanyalah keluarga yang bisa mengertti isi hati kita jika kita sedang mengalami kesusahan. Kelaurga merupakan penolong disaat kita sedang suka maupun duka. Jangan sampai mencurahkan isi hati kita kepada teman yang belum tentu tau seluk beluk kita nanti ujung-ujungnya disebarkan berita yang tidak benar tentang kita. Kecuali teman yang sudah mengerti lama tentang kita. Oleh sebab itu, jika kita akan mendekati pasangan haruslah ijin kepada keluarga terlebih dahulu agar tau kita sedang menjalin hubungan dengan siapa. Keluargalah yang bisa menentukan baik buruknya pada saat kita menjalani hubungan atau pacaran.
CURHAT DENGAN TEMAN DEKAT
Curhatlah kepada teman dekat kita yang dipercaya bisa menjaga kerahsiaan kita. Jangan sampai salah memberi curahan hati kita kepada teman yang tidak bisa menjaga kerahasiaan. Dan lebih diutamakan teman yang sesame jenis.
ALIHKAN PIKIRAN YANG NEGATIF KEPADA KEGIATAN-KEGIATAN YANG BERMANFAAT
Kegiatan ini bisa berhubungan dengan hobi dan pekerjaan rumah lainnya. Jika kita beraktifitas maka pikiran-pikiran tentang mantan secara perlahan akan hilang namun, dengan syarat jangan membayang-bayangi mantan secara terus menerus.
JANGAN LANGSUNG MENCARI PENGANTI
Jangan mencari penganti terlebih dahulu sebelum kita bisa melupakan sepenuhnya. Jika ini terjadi maka akan muncul perasaan cinta karena alasan untuk menutupi bayang-bayang si mantan. Bahkan perasaan ini akan terbawa sampai tua nanti. Usahakan jika akan mencari pengantinya menunggu sampai keadaan kita merasa tenang dan stabil terlebih dahulu.
MENGHAPUS KENANGAN MANTAN
Hapus kenangan yang berkaitan dengan si mantan baik itu berupa foto-foto maupun barang-barang lainnya yang akan membuat kita ingat kepada kita. Jika kita tidak bisa membuang jauh kenangan itu maka kita belum bisa melupakan sepenuhnya. Kuncinya yaitu pada diri kita tergantung kita mau move on atau tidak.
JANGAN BENCI KEPADA MANTAN
Jangan memiliki rasa benci terhadap mantan kita karena rasa kebencian inilah yang akan tertanam sangat dalam di dalam hati kita. Usahakan jalan ini adalah yang terbaik untuk keduanya.
RAIHLAH CITA-CITAMU
Fokuslah pada cita-cita kita. Prinsip ini sebagai senjata yang paling ampuh untuk memotivasi bagi para mantan untuk menjadikan makna hidupnya lebih berguna lagi. Sebenarnya dorongan ini masih ada kaitannya dengan perasaan emosional dikarenakan kita diputus oleh pacar sehingga memiliki dorongan untuk melakukan hal yang lebih baik lagi. Oleh sebab itu alasan ini lebih dianjurkan jika memang akan merubah kehidupannya yang lebih baik lagi asalkan jangan ada rasa kebencian kepada mantan.
BERHENTI BERBICARA MANTAN
Jangan menjadikan mantan sebagai pokok pembahasan setiap kita berbicara kepada keluarga dan teman kita. Hal inilah yang sering terjadi jika kita kehabisan materi dalam berbicara maka kita akan membicarakan masalah mantan. Sebenarnya ini akan membuat kita akan tambah sulit dalam melupakan sang mantan.
MENCARI PENGANTI YANG LAIN
Senjata yang paling terakhir yaitu mencari pacar lagi asalkan dengan syarat kita sudah sepenuhnya bisa melupakan bayang-bayang sang mantan. Syarat yang tidak boleh ditinggalkan yaitu tidak boleh mempunyai prinsip mencari pacar yang wajah dan prilakunya mempunyai kemiripan dengan sang mantan. Jika hal ini dilakukan maka akan membuat kita mengingat mantan lagi.

Mungkin itu saja yang bisa saya bagikan mengenai cara melupakan mantan pacar semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca. Pengalaman ini bersumber dari kehidupan pribadi saya dan curahan hati teman-teman saya. Pada intinya yaitu carilah jalan menuju cita-cita kita dengan tanpa membawa beban bayang-bayang sang mantan. 

Cara Mengatasi Anak Nakal dan Bandel yang Menganggu Teman-temannya Saat Pembelajaran

Menengok dari pengalaman saya menjadi guru wiyata atau honorer alias masih proses belajar dalam mengajar maka ada beberapa catatan yang sangat banyak mengenai pengalaman saya pada saat proses pembelajaran. Secara umum seseorang yang baru terjun dalam bidang apapun pasti akan mengalami yang namanya proses adaptasi baik itu dengan lingkungan maupun dengan interaksi antara orang dengan orang. Tidak hanya adaptasi dengan seseorang yang seumuran dengan kita tetapi juga orang-orang yang berada di lingkup kita. Dalam bekerja pun proses adaptasi juga sangat berperan penting dikarenakan seseorang tidak langsung bisa menerima keadaan yang ada di lingkungannya. Dalam kasus yang saya alami yaitu bekerja dalam bidasng pendidikan tepatnya yaitu sebagai pendidik. Banyak sekali hal-hal yang harus saya jalani diantaranya ada yang masih baru dan ada juga hal yang sudah pernah dialami. Namun dari beberapa pengalaman yang pernah dialami banyak hal-hal baru yang timbul dalam tempat kerja barunya. Tidak banyak hal yang bisa kita lalui dengan mulus kebanyakan dari permasalahan yang muncul pada saat proses pembelajaran hanya sedikit saja yang bisa dikatakan memuaskan. Bukan permasalahan yang sebenarnya menjadikan masalah-masalah ini sulit dilalui tetapi faktor dari individualnya itu sendiri. Kebanyakan dari mereka menyalahkan kurangnya semangat dalam mengajar dikarenakan kurangnya gaji atau honor setiap bulannya. Tidak hanya itu bahkan pada dekade terakhir ini pengangkatan Pegawai Negeri Sipil mulai dikurangi sehingga benyak bermunculan guru-guru wiyata atau honorer bahkan disuatu tempat antara guru yang negeri dan suwasta banyak yang suwastanya. Namun tidak mengelak jika permasalahan ini juga berperan penting guna mendorong kesemangatan dalam mengajar siswa-siswanya. Lebih mengerucut pada pembahasan kali ini bawha faktor permasalahan dalam proses pembelajaran khususnya dalam menangani anak didik yang cukup lumayan bandel dan sulit dihadapi sebenarnya beban ini tidak seluruhnya ditumpang semuanya kepada gurunya. Melihat anak-anak didiknya waktu pemantauan di sekolahan hanya seperempat hari saja. Pernah saya ditanya oleh teman saya yang juga berprofesi sebagai guru honorer menyampaikan kesulitannya pada waktu proses pembelajaram terutama dalam pengkondisian kelas. Ditambah ada anak yang di dalam kelasnya merupakan biang kerok dari semuanya yaitu anak yang sangat bandel dan nakal. Nakalnya tidak hanya berbuat keramaian sendiri tetapi kenakalannya sering menganggu teman-teman di kelasnya. Sehingga anak tersebut yang menjadi kunci jika keramaian kelas sedang terjadi. Sebenarnya saya sendiri pada awal-awal mengajar di sekolah yang baru saya masuki juga mengalami kesulitan bahkan sampai saat ini juga masih ada saja masalah-masalah yang sering terjadi baik itu dari anak-anak yang nakal dan masalah pada diri saya sendiri. Terus bagaimana caranya dalam mengatasi permasalahan seperti ini jika mendapati anak yang sangat bandel dan nakal juga sering menganggu teman-teman sekelasnya sehingga menganggu ketenangan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Di bawah ini ada beberapa cara supaya anak yang bandel itu bisa dikondisikan sehingga tidak menganggu dalam proses pembelajaran diantaranya;
(1)           Persiapkan Merode dan Strategi Kita dalam Proses Pembelajaran
Tidak dipungkiri bahwa setiap guru pasti sudah pernah mempelajarinya pada saat di bangku perkuliahan yang namanya metode dan strategi. Namun terkadang metode tersebut bisa meleset jika kita terapkan pada kelas yang kita masuki. Metode ini lebih kepada metode penyusaian terhadap kondisi kelas dan anak-anak didiknya. Bahkan tidak banyak yang bisa kita terapkan metode dan strategi tersebut. Metode dan strategi yang baik dalam mengangani permasalahan pada proses pembelajaran yaitu metode yang tidak kaku. Metode dan strtegi yang tidak kaku yaitu seperti proses pembelajaran yang tidak banyak melibatkan keaktifan anak-anak dalam mengambil peranan dalam proses pembelajaran. Kenapa saya berbanding terbalik dengan fakta sekarang ini jika anak-anak seharusnya yang aktif dalam pembelajaran. Hal itu boleh saja jika diterapkan kepada guru yang sudah profesional namun, jika diterapkan pada guru yang masih junior alias belum berpengalaman maka akan berantakan atau menjadikan kegaduhan di kelasnya. Kunci yang bisa kita lakukan yaitu hanyalah menjadikan kelas yang kita pegang bisa kita kondisikan saja. Tujuan tersebut agar ruang gerak anak yang bandel tersebut tidak ada sehingga kegaduhan bisa kita hindari. Oleh sebab itu, Jangan muluk-muluk terlalu tinggi-tinggi dalam mencapai hasil pembelajaran. Yang penting pembentukan karakter terhadap anak yang masih bandel tersebut.
(2)           Berilah Kepastian Kepada Anak didiknya pada saat Proses Pembelajaran
Kepastian ini bisa saya contohkan seperti pertanyaan berikut “siswa bertanya kepada gurunya pak guru soal untuk ulangan nanti berapa jumlahnya? ” maka jawaban guru yang baik yaitu dengan jelas mengatakan 10 soal. Jangan sampai ragu-ragu menjawabnya seperti ini “ya nanti tergantung waktunya cukup atau tidak jika cukup 15 jika tidak cukup 10 saja” dengan jawaban seperti ini akan mengakibatkan si anak merasa gurunya kurang konsisten. Sehingga prilaku siswa akan seenaknya saja dalam proses pembelajaran. Contoh ini hanya sebagian kecil yang bisa saya utarakan masih banyak jika kita terjun langsung pada saat pembelajaran. Biasanya si anak akan meminta kejelasan kepada gurunya apa kegiatan yang akan dilaksanakan. Pada dasarnya anak seusia SD masih sangat polos dalam karakternya sehingga tergantung kita bisa tidak membentuk watak siswa tersebut. Hal ini secara menyeluruh akan mempengaruhi anak yang dianggap bandel dikelasnya sehingga anak tersebut akan terbawa dengan suasana yang kondusif di kelasnya. Kunci ini lebih ditekankan pengkondisian kelas terlebih dahulu sebelum anak bandel tersebut bertindak seenaknya saja.
(3)           Dibiasakan Disiplin dalam Belajar
Disiplin merupakan faktor utama dalam kegiatan apapun terutama dalam proses pembelajaran. Biasanya si anak akan melihat prilaku gurunya dalam proses pembeljaran. Misalnya bel masuk jam tujuh maka diusahakan jam tujuh masuk ke kelas yang diampunya paling tidak hanya terlambat lima atau sepuluh menit. Jangan sampai terlambat sampai tiga puluh menit. Jika keterlambatan ini sering terulang-ulang maka yang akan terjadi yaitu pembiasaan buruk pada siswa akan tertanam. Lagi-lagi kunci ini ditekankan pada gurunya. Apalagi jika ada anak yang nakal membuat keributan di kelasnya maka akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Tujuan ini masih sama dengan pembahasan di atas yaitu memberi ruang gerak yang sedikit kepada anak yang bandel agar tidak ada kesempatan untuk menganggu teman sekelasnya.
(4)           Lihat karakter Anak Bandel Tersebut
Biasanya anak bandel akan berulah jika mendapati gurunya kurang tegas dalam pembelajaran. Oleh sebab itu agar hal tersebut tidak terjadi perlu kita pantau secara seksama anak bandel tersebut. Prilaku apa yang sering dilakukan kepada teman-teman di kelasnya. Jika memang si anak berbuat kontak fisik kepada teman-temannya maka tindakan yang bisa kita lakukan yaitu diberitahukan kepada anaknya jika masih mengulangi perbuatan tersebut maka akan dilaporkan kepada orangtuanya. Namun jika perbuatan anak bandel tersebut sering mengolok-olok teman sekelasnya maka cukup dengan nasehat kita secara terpantau.
(5)           Jangan Terlalu Memuji dan Jangan Juga Terlalu Menghukumnya
Biasanya anak seperti ini memiliki jiwa yang temperamental atau keras maka hal yang bisa kita lakukan yaitu bertindak seolah-olah kita menganggapnya biasa-biasa saja. Jika kita memperlakukan berlebihan kepada anak tersebut maka biasanya si anak akan bertambah bandelnya karena merasa diperhatikan lebih daripada teman-temannya. Cara yang paling efektif yaitu dibimbing secara halus sedikit demi sedikit dengan lemah lembut. Jangan juga dinasehati di depan kelasnya dengan kata-kata yang kasar dengan menunjuk namanya. Hal yang bisa terjadi akan berdampak panjang terhadap psikologi si anak tersebut. Hal yang lebih buruk lagi jika kita memarahi di depan kelas yaitu akan semakin memusuhi teman sekelasnya.
(6)           Berilah Kepercayaan yang Ringan Kepada Anak Bandel Tersebut
Kepercayaan tersebut bisa seperti diberi kesempatan untuk menjawab pada saat guru melemparkan pertanyaan di depan kelasnya. Pembiasaan ini jika teratur akan menjadikan si anak merasa sadar jika dirinya dianggap berperan penting di kelasnya.
(7)           Mencoba Pendekatan Kepada Teman Dekat di Kelasnya
Cara ini lebih ditekankan untuk mencari informasi tingkah laku anak tersebut selama di kelasnya. Apakah kegiatannya yang anak lakukan dan dengan siapa anak tersebut bergaul. Jika sudah menemui titik temunya kita bisa mengambil kesimpulan bahwa anak tersebut bandel dan nakal dikarenakan ulah sendiri atau ada teman yang memulai terlebih dahulu. Jika kesimpulannya sudah bisa diambil maka langkah selanjutnya yaitu mencoba mengkomunikasikan anak tersebut dengan teman-teman yang lainnya.
(8)           Mencoba Pendekatan Kepada Orangtua Si Anak Bandel
Mungkin hal ini merupakan metode yang terakhir digunakan jika memang si anak tersebut sangat sulit diatur. Diusahakan jangan sampai anak tersebut tau jika kita mempunyai hubungan kepada orang tuanya. Kita berusaha dengan mencari tahu apa saja yang dilakukan anaknya di rumah apakah sering dirumah atau bermain diluar bersama teman-teman seusianya atau beda umurnya sangat jauh. Hal ini bisa mempengaruhi tingkah laku si anak. Juga mengetahui kegiatan apa yang sering dilakukan dirumahnya. Jika kita sudah mengetahui maka negosiasilah kepada orangtuanya bagaimana baiknya supaya anaknya bisa berprilaku lebih baik dari sebelumnya.
Itu saja yang bisa saya utarakan mengenai artikel cara mengatasi anak bandel atau nakal dikelas. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca khususnya para pendidik yang masih pemula. Saran saya cukup mudah yaitu tetap semangat bagi para pengajar yang masih muda-muda. Jika menemui permasalahan di tengah jalan maka laluilah dan pecahkanlah jangan sampai lari dari masalah. jika kita lari dari masalah maka menunjukkan bahwa kita tidak profesional dalam bidangnya. Dan jangan putus asa dalam mencari kreatifitas-kreatifitas untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi kususnya jika saat mengajar. Juga mencobalah dengan cara berinovasi dalam penerapan metode pembelajaran di kelas. Ingat nasib bangsa ada ditangan para anak-anak didik kita.


Back To Top